Rabu, 03 Agustus 2011

Bungkus permen dan mantan pacar

Sore itu di gereja, seorang teman menyodorkan permen padaku.

Permen berbungkus warna silver, dipenuhi tulisan warna hijau merk permen itu, sama seperti warna permen itu: hijau dan bulat kecil.

Tertegun sejenak, sudah lama tidak menjumpai permen itu, permen kuno yang tergilas oleh permen-permen modern yang kemasan dan promosinya jauh lebih menarik.

Ngga bisa aku sembunyikan senyumku saat menatap bungkus permen itu.

Refleks, kulipat-lipat kertas kecil itu menjadi perahu.

Kebiasaan lama, reflex….

Sambil memandangi perahu hijau-silver kecil di tanganku, angankupun mengembara menembus waktu.

Tiba-tiba aku ingat mantan pacarku.

Bagaimana di setiap hari Minggu, hari pertemuan kami, dia selalu membawa permen itu, menawarkan kepadaku, dan sebagai imbalannya, kubuatkan dia perahu kecil dari kertas pembungkus permen, kumasukkan di saku kemejanya.

Rutinitas hari Minggu yang selalu kami lakukan, sekitar 15 tahun yang lalu.

Lucu rasanya bagaimana benda-benda kecil bisa membawa kembali kenangan yang sangat berarti yang sudah terkubur bertahun lamanya.

Bukan cincin, bukan barang yang mewah dan mahal…cukuplah bungkus permen hijau-silver itu saja.

Bukan benda, bukan harga, bukan merk tertentu yang menjadikan sesuatu begitu berarti…tapi hati, ketulusan, cinta…itu yang berarti yang terus terbawa

Bahkan waktu tahunan, jarak, pengalaman tak bisa melepaskannya dari ingatan

Kami berubah, perasaanku padanya sudah tak sama lagi, dia pun sudah melabuhkan hatinya pada perempuan pilihannya, tapi kenangan seperti itu tak lekang

Terasa manis, sejuk, dan segar saat mengingatnya.

Menarik kedua sudut bibirku untuk tersenyum….

1 komentar: