Kamis, 04 Agustus 2011

Aku dan Tuhanku

mereka memaksaku meneriakkan namaMU
hatiku berontak, Engkau tidak jauh
mereka berharap aku menangis untukMU
hatiku berontak, Engkau sukacitaku

bagiku, Engkau sahabat terdekatku
yang mendengar bisikan terlirihku
yang mengerti makna sorot mataku
yang melihat hati dan jiwaku seutuhnya

dalam sepi, aku memujaMU
dalam hening, kutumpahkan semua risauku
dalam diam, aku menyerahkan tubuh, jiwa, rohku padaMU

biarlah aku domba tersesat bagi mereka
biarlah aku jadi pendosa di mata mereka

...selama bisa kurasa tanganMU di dekatku...tak peduli apa kata mereka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar