Ya, agnostik, orang yang percaya Tuhan tapi memilih untuk tidak beragama.
Bukan, bukan karena banyaknya kejahatan, bukan juga karena carut marutnya dunia, sebaliknya, justru karena banyaknya orang baik. Ralat, banyaknya orang yang kelihatan baik.
Gimana orang yang kelihatan baik? orang yang tutur katanya sealu sopan, hafal firman Tuhan, selalu menanyakan keadaan kita dan seolah mengerti dan ikut mendoakan kita.
Tapi oh tapi, apa yang terjadi di belakang kita??
Orang-orang yang sangat rohani ini biasanya hobi sekali menghakimi sesamanya, memberi label dosa dan tidak dosa atas setiap tindak tanduk kita.
Kondisi ini sungguh memuakkan, terlebih apabila orang yang kelihatan baik ini berkomplot dengan orang yang kelihatan baik lainnya. Duh, rasanya saya ini pendosa kelas kakap yang tersesat, terhilang, komplotan iblis, dll.
Hubungan pribadi saya sama Tuhan adalah hubungan yang sangat pribadi, yang saya sakralkan dan tak perlu orang lain tau sedekat apa saya sama Bapa saya, bagaimana kami saling berkomunikasi dengan indah dan damai.
Saya sungguh terganggu apabila saya disuruh menjerit, menangis, meratap, histeris di depan banyak orang untuk menunjukkan bahwa saya sungguh cinta Bapa saya. Bukan begitu hubungan kami!
Lalu, apabila saya tidak berbuat seperti itu, maka bagi mereka saya ini sesat, butuh diluruskan, salah jalan, dll.
Ah, kalau menurut kalian saya ini sesat, biarlah...Tuhan tau kok hati saya.
Biarlah saya sesat di mata kalian, kalaupun saya sesat, maka orang sesatlah yang paling butuh dekat sama Tuhan....dan kalian bukan tuhan!
Banyak orang beragama, hanya sedikit orang baik :(

Tidak ada komentar:
Posting Komentar