Senin, 23 April 2012

Banyak orang beragama, hanya sedikit orang baik :(

Akhir-akhir ini sedikit banyak aku bisa ikut merasakan atau empati sama orang-orang agnostik.
Ya, agnostik, orang yang percaya Tuhan tapi memilih untuk tidak beragama.
Bukan, bukan karena banyaknya kejahatan, bukan juga karena carut marutnya dunia, sebaliknya, justru karena banyaknya orang baik. Ralat, banyaknya orang yang kelihatan baik.
Gimana orang yang kelihatan baik? orang yang tutur katanya sealu sopan, hafal firman Tuhan, selalu menanyakan keadaan kita dan seolah mengerti dan ikut mendoakan kita.
Tapi oh tapi, apa yang terjadi di belakang kita??
Orang-orang yang sangat rohani ini biasanya hobi sekali menghakimi sesamanya, memberi label dosa dan tidak dosa atas setiap tindak tanduk kita.
Kondisi ini sungguh memuakkan, terlebih apabila orang yang kelihatan baik ini berkomplot dengan orang yang kelihatan baik lainnya. Duh, rasanya saya ini pendosa kelas kakap yang tersesat, terhilang, komplotan iblis, dll.
Hubungan pribadi saya sama Tuhan adalah hubungan yang sangat pribadi, yang saya sakralkan dan tak perlu orang lain tau sedekat apa saya sama Bapa saya, bagaimana kami saling berkomunikasi dengan indah dan damai.
Saya sungguh terganggu apabila saya disuruh menjerit, menangis, meratap, histeris di depan banyak orang untuk menunjukkan bahwa saya sungguh cinta Bapa saya. Bukan begitu hubungan kami!
Lalu, apabila saya tidak berbuat seperti itu, maka bagi mereka saya ini sesat, butuh diluruskan, salah jalan, dll.
Ah, kalau menurut kalian saya ini sesat, biarlah...Tuhan tau kok hati saya.
Biarlah saya sesat di mata kalian, kalaupun saya sesat, maka orang sesatlah yang paling butuh dekat sama Tuhan....dan kalian bukan tuhan!

Banyak orang beragama, hanya sedikit orang baik :(

Senin, 02 April 2012

sinterklaas dan kawan-kawan

Setiap kali pelajaran selesai sebelum waktunya, saya selalu ngobrol sama murid-murid saya di kelas. Ngobrol apa saja yang sedang hangat jadi topik pembicaraan antar mereka. Mereka juga bebas tanya apa saja sama saya.
Pagi tadi, entah bagaimana awalnya, tiba-tiba ada yang bertanya tentang bedanya sinterklaas dan santa claus. Saya pun menjelaskan panjang lebar tentang perbedaan sinterklaas dan santa claus. Termasuk tentang teman-temannya sinterklaas, yaitu zwart piet alias pit hitam. Ternyata mereka tidak tau tentang zwart piet. Saya pun berceloteh panjang lebar tentang zwarte piet yang galak, item, serem. Cerita tentang masa kecil saya yang setiap bulan Desember orang tua saya selalu menyewa kelompok sinterklaas dan zwart piet ke rumah kami. Cerita bahwa setiap tanggal 5 Desember saya dan saudara-saudara saya punya kebiasaan mengisi sepatu kami dengan rumput dan besoknya kami dapat hadiah dari sinterklaas (konon rumput di sepatu itu buat kudanya).
Murid-murid yang biasanya sangat aktif dan susah diam mendadak diam, ikut senyum-senyum dengan mata berbinar mengikuti semua yang saya ceritakan.

Saya jadi berpikir, betapa berharganya setiap hari yang telah saya lewati. Hari-hari yang dulu saya lalui biasa saja, kelak bisa menjadi suatu cerita yang menarik untuk diperbincangkan. Hal-hal yang sepertinya rutinitas tahunan, bisa menjadi kenangan yang indah.

Mendadak hari ini saya begitu rindu dengan masa kecil saya, semua orang yang pernah ada di dekat saya. Rindu sekali....